Senin, 10 Juli 2017

Part (ner)



Beberapa frasa melukiskan sebuah asa
Tentang dia dan tawa
Dengan nada nada dan canda canda
Menari-nari bersama langit jingga

Aku, dia adalah penggalan cerita
Sebuah bagian dari yang pernah hilang
Pernah merasa diam dalam kelam
Menggenggam bersama mematri angan dan harapan

Lalu, kini, esok
Penikmat waktu yang tersisa
Menjadi satu yang padu
Dengan bumbu tanpa pilu

Dirimu dan kebaikanmu
Menawar tangga dalam jurang
Mengulur tangan untuk puncak
Memberi bunga kala luka

Wajah yang meneduhkan
Kelembutan dari sikap yang tergambar
Dengan sifat tawaddu’ dan taat
Memberi makna akan arti sebelum mati

Because you are a part of my life.....

Minggu, 30 April 2017

Kasih (an)



Dipan dipan harapan redup menghilang
Buku buku beku membisu tak bertuan
Pena pena hitam laiknya perasaan kelam
Merindu itu lapuk usang menjadi kenangan

Tangga itu telah patah
Kaca itu telah pecah
Jalan itu tak lagi berarah
Hati itu lagi lagi berpasrah

Kasih…
Satu kali dusta seratus bahasa
Dua kali  janji seribu ingkar
Tiga kali maaf sejuta khianat

Kasih…
Terima kasih atas torehan luka dalam metamorfosa bahagia
Terima kasih atas bubuhan makna derita dalam relung jiwa
Terima kasih atas bisikan nada kejam dalam dalih romansa
Namun maaf saja, kita tak lagi kata.
  
Mif                

Minggu, 19 Februari 2017

Bingakai Rasa 4


Peri(h) Ja(t)uh
Cinta bagaikan aksioma,
Fakta, realita namun absurd belaka
Bahkan yang awalnya seimbang,
Harus mengalami disfungsi dan keabnormalan.

Orang bilang,
Cinta itu indah
Cinta itu buta
Cinta itu berjuta rasa

Namun laiknya membutakan,
Logika harus tertindas oleh didihan emosi
Yang baik saja menjadi kacau
Menjadi segumpal kerancuan yang berkilau

Hari lalu merupakan lecutan,
Dipaksa bangun dari ambang kebimbangan
Bahwa adanya akhir tanpa awal
Merupakan hypothesis terbaik dari premis perpisahan.

Aku perempuan,
Memiliki perasaan cinta yang bertuan
Adalah salah apabila dipendam
Dan menjadi tidak benar jika diteruskan.

Mif
10 Februari 2017