Rabu, 25 Februari 2015

Sepenggal Mimpi


                             Beautiful Dream.....

Semalam kasuari bermimpi, mimpi yang tak pasti, mimpi dengan angan dan harapan akan terwujud sesuai dengan kehendak sang kasuari walaupun kasuari sadar bahwa mimpi tersebut tak mungkin akan terjadi. Mimpi tersebut seakan tak ingin terlepas dari ingatan sang kasuari. Pelbagai cara telah ditempuh, dilema memuncak, kesadaran terasa hilang, kegilaan menunjukkan wujudnya, kebimbangan terus menggeliat didalam fikiran.
“aku harus lupa, harus..!!!! bagaimanapun caranya aku harus melupakannya...!!”
“Angin selalu berhembus, angin selalu dapat dirasakan tanpa menampakkan wujud aslinya. Begitupun dengan cinta. Cinta tak dapat dilihat namun dapat dirasakan kehadirannya. Namun terkadang besarnya cinta yang datang  itu akan membuat pemiliknya merasakan gejolak , gejolak yang dapat membuat hati, jiwa, dan fikiran terbawa manisnya hingga tak sadar akan merasa pahit jika cinta itu perlahan sirna seperti angin yang selalu terbang tak tentu arah dan tidak pernah singgah dalam waktu yang lama. Cintaku datang dan pergi sesuka hatinya tanpa memikirkan perasaan yang disinggahinya, perasaan yang meninggalkan beberapa tanda kesan sempurna, indah dan menajubkan.” Fikir kasuari.
Anehnya cinta kasuari tak pernah hilang, tak pernah berkurang, tak pernah lekang. Semakin keras kasuari untuk mencoba membuang perasaan tersebut, semakin lengket dan tak bisa terlepas perasaan yang dirasakan kasuari.
“ahh... apa yang aku fikirkan, apakah ini karena terbawa oleh salah satu sinopsis cerpen cinta  dilain negara yang selalu membuat organ paling peka dalam diriku merasa senang dan sedih secara bersamaan? Mimpi semalam membuat ku seakan ingin terbang kembali, merasakan pelukan hangat yang tak ingin ku lepaskan, merasakan keceriaan yang terukir indah di wajah sang merpati putih nan manis. Ingin rasanya ku wujudkan mimpi itu, ingin rasanya ku merasakan pelukan hangat dan genggaman erat merpati.”
“Dayaku tak memungkinkan untuk melakukan semua apa yang aku inginkan. Seberapa keras aku mencoba, seberapa keras aku berusaha, itu semua akan sia-sia jika pada dasarnya hatiku yak mampu untuk menggetarkan hati seseorang.”
Indah.....
Sejuk.....
Nyaman....
Senyuman itu.....
Kasuari sadar bahwa itu hanya “MIMPI”, namun kasuari tidak pernah merasa menyesal mempunyai mimpi seindah itu. Mungkin inilah jalan yang diberikan kepada kasuari jika ia tak dapat memeluknya dikehidupan nyata maka dengan mimpi sederhana dapat membuat merpati tersenyum dan bangga dengan cinta yang dimilikinya.
“Tak akan terlupakan....
Izinkan aku memilihmu sebagai bunga terindah dalam mimpiku....
Walaupun aku sadar aku akan terbangun...
Tapi aku tidak akan pernah membenci kisah itu....
Setidaknya aku dapat melihat....
Melihat senyuman yang serasa lepas...
Bebas....
Dan tiada beban diantara kita berdua....
Semoga mimpi itu...
Tiada berakhir.... :’)”



        Mif
22 Februari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar