Minggu, 25 Januari 2015

Cerpen Kisah





Merpati Kasuari

Tanpa kita sadari, alam selalu memberi apa yang diinginkan dalam suatu rasa kedamaian cita, cinta, dan harapan. Nyanyian dan gurauan alam selalu menghiasi canda, tawa, tangis, kesedihan setiap insan di muka bumi bersama dengan gelagat waktu yang tiada henti berputar mengikuti rotasi dan revolusi ditempat yang kita jadikan sandaran, kehidupan, berpijak, dan hidup untuk menjalankan kehidupan yang tidak bisa dipungkiri bahwa inilah yang harus kita jalani. Yah, inilah hidup mau tidak mau kita harus mempunyai tujuan untuk menjalani kehidupan yang terkadang terasa berat dan lelah untuk dihadapi. Jatuh bangun membangun kehidupan tak terlepas dari berbagai kisah misteri yang menjadi momok bagi tokoh pelaku kehidupan bagaikan dikejar oleh sesuatu yang membuatnya takut, takut untuk mengadapi kehidupan selanjutnya yang sebenarnya kehidupan tersebut belum sepenuhnya terungkap dari berbagai asumsi dan opini yang membuatnya semakin bingung, bingung kemana ia harus melangkahkan kakinya, bingung bagaimana ia harus bertindak, dan bingung bagaiamana ia harus berfikir. Pelbagai teka-teki dunia yang dijalani tak semudah berkedip untuk dipecahkan. Begitu banyak kisah dan cerita yang selalu memberi rasa pada setiap kehidupan yang telah dijalani. “Masa lalu, masa sekarang, dan masa depan”, tiga waktu berbeda dengan cerita yang berbeda pula, entah itu asam, manis, pahit. Ada suatu kisah yang melampaui dua batas waktu, masa lalu dan masa sekarang. Cerita yang merupakan suatu pengalaman tak terlupakan.












 
Seekor merpati sedang mendekat, entah apa yang ada dalam fikirnya. Merpati tersebut terlihat begitu misterius, tak ada yang bisa menebak apa yang ada dalam benaknya. Kenyataannya merpati tersebut memang mempunyai suatu pesona tersendiri dimana hati dan fikiran bisa berhaluan arah dan tak sejalan sehingga membuat suatu keputusan harus difikir beribu-ribu kali agar penyesalan tidak akan pernah terjadi dalam cerita misteri kehidupan.
Merpati tersebut merupakan cerita masa lalu, dimana merpati tersebut masih menjadi merpati kecil yang lucu dan tak berpesona yang tidak pernah kasuari lupakan. Ada suatu masa dimana kasuari mengalami suatu  ketakutan yang mengguncang tubuhnya, sampai-sampai kulit dari tubuhnya bergetar dan lemah karena ketakutan tersebut sudah merasuki fikiran dan batin kasuari. Bak air segar di padang pasir tandus yang mencekam, tiba-tiba merpati tersebut datang membantu kasuari, mengusir rasa takut kasuari, dan menolongnya untuk menggapai apa yang akan kasuari perbuat sebelum ketakutan itu datang. Saat itu hati kasuari serasa hampa, ketakutan itu mulai hilang, rasa takut itu mulai tergantikan dengan perasaan yang dirinya sendiri tidak mengetahui perasaan apa yang dirasakannya. Namun saat itu mereka belum dapat terbang, mereka hanya dua ekor burung kecil yang akan menghadapi dunia mereka sendiri. Mereka belum dapat mengetahui apa itu rasa, apa itu kasih dan apa itu sayang. Mereka hanya mencoba berlatih dan berlatih untuk dapat terbang dan menghadapi badai untuk menggapai berbagai angan dan tujuan.
Saat itu, mereka berada disuatu akademik yang sama yaitu akademik dasar untuk para burung, namun seiring berjalannya waktu enam tahun kemudian mereka berpisah untuk menemukan apa yang ingin mereka gapai. Dan tentunya enam tahun tersebut tidak berjalan begitu saja, banyak kisah yang mereka lewati bersama, bersenang-senang melalui masa kanak-kanak mereka, berbagi canda tawa dan melewati batas ambang naluri merpati dan kasuari. Ada suatu  kisah disaat mereka sedang melakukan persiapan untuk ujian terbang, tiba-tiba sang merpati datang dengan tubuh yang diselimuti dan wajah tertutup. Tentu saja hal itu tidak membuat sang kasuari terdiam karena hatinyapun merasa tergelitik untuk mengungkap apa yang berada dibalik penutup wajah sang merpati, dengan rasa usil kasuari,  dibuka sesuatu yang menutupi wajah merpati, dan saat itu kasuari sontak terkejut dan sedikit terdiam. Tak terasa gelak tawa keluar dari paruh kasuari, ia ingin menahannya tapi dirinya sendiri tak sadar untuk melepaskannya. Hahahaha ternyata merpati kecil sedang terkena wabah dimana jika ia merasa tubunya dingin maka wajah sang merpati akan memerah dan sedikit mengembang. Fikran sang kasuari mengatakan wajahnya begitu lucu seperti balon merah yang bersiap untuk meletup. Dan dibalik wajah merpati tersimpan senyuman tersipu malu karena ada seseorang yang begitu gembira dengan keadaannya.
Dan waktu itupun berlalu sang merpati tetap berada di pohon yang membantunya untuk tumbuh dan berkembang, sedangkan kasuari pergi ketempat dimana orang tuanya menyarankan untuk menemukan jati diri bersama burung sejenisnya. Saat itu kasuari tak lagi dapat bersama dengan sang merpati, namun saat kasuari kembali kesarang kelahiranya untuk sementara waktu, ia sering mencuri-curi pandang untuk melihat merpati saat merpati pergi ke akademiknya. Hanya sekedar melihat dan bertukar senyuman dibalik jendela sarang kasuari. Anehnya saat itu merpati belum banyak berubah, penampilannya tetap sama, sama seperti dulu saat tubuhnya kecil dan lucu.
Satu tahun berlalu, orang tua kasuari memutuskan untuk menarik kembali kasuari kesarang kelahirannya dan akademik pertamanya dipindahkan ke sebelah akademik merpati. Alasan orang tua kasuari memindahkakannya karena kasuari sendiri tidak mendapat kemajuan dan hanya meninggalkan tetes air mata. Selain itu orang tuanya meminta kasuari untuk membantu memperbaiki sistem dan susunan akademik yang kebetulan akademik tersebut diketuai oleh ayah kasuari dan ditunjang oleh kepribadian kasuari yang lumayan cerdas. Seiring berjalannya waktu ternyata kasuari tidak mampu untuk memperbaiki sistem akademik, dirinya semakin terpuruk karena ia salah memilih rekan sesama burung. Dirinya bersikap bebas, tanpa memperhatikan bahwa ia adalah anak dari ketua akademik yang seharusnya membantu untuk meningkatkan mutu akademik, walaupun nilainya tidak pernah turun, tapi sikap kasuari banyak mengalami pertentangan-pertentangan dari jenis lain.
Namun disamping itu sang merpati tiba-tiba muncul dari peraduannya dan memberikan suatu sikap yang tidak pernah kasuari bayangkan. Sang merpati selalu memberikan kasuari surat walaupun dengan melalui seseorang perantara dari rekan sekaligus sahabat dari kasuari. Dan kasuaripun selalu membalas surat tersebut melalui perantara yang sama. Saat itu kasuari masih berada pada tahun pertamanya di akademik pertama.
Kasuari mencoba membuka perlahan surat tersebut dengan perasaan yang gembira, senang, dan tak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Di dalam surat tersebut terdapat tiga untaian kata yang yang tak bisa kasuari pahami. Ia bingung untuk membalasnya dengan untaian kata apa yang ia bisa ungkapkan dan memtuskan untuk menjawabnya dua tahun kemudian disaat mereka berada di tahun ketiga akademik pertama. Setelah surat terakhir tersebut mereka jarang melakukan kontak dan komunikasi yang istilahnya “lost contact”.
Ditahun kedua akademik pertama, kasuari mulai menyadari apa itu disayangi dan dikasihi namun belum mengetahui apa itu cinta. Kasuari mulai menyukai untuk selalu diperhatikan oleh lawan jenisnya. Dan itu menjadi titik lemah dari kasuari, dimana ia mulai tidak berfokus untuk meningkatkan prestasi di dalam akademik. Karena hal tersebut, banyak kekecewaan yang timbul dari sikap yang kasuari lakukan. Kekecewaan itu kemudian membuat kasuari bangkit, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari rasa yang selalu membuat orang disayanginya kecewa.
Ditahun ketiga akademik pertama, semua berjalan dengan baik. Kasuari  mulai mengalami banyak peningkatan dengan mempelajari kesalahan yang telah ia perbuat ditahun lalu. Dan ternyata merpati tidak lupa akan janji sang kasuari yang akan menjawab pertanyaan dari sepucuk surat kecil yang ia tulis ditahun pertama. Merpati juga mengatakan bahwa ia selalu memperhatikan perkembangan kasuari di tahun kedua, dan seperti dugaan kasuari, merpati juga merasa kecewa karena kasuri menerima perhatian orang lain daripada perhatian merpati. Untuk menebus kesalahannya dan berniat untuk tidak mengulanginya lagi, akhirnya kasuari menerima merpati untuk menjadi pasangannya. Waktu berjalan terus, kasuari merasa bahagia bersama merpati….
Namun hal itu tidak berlangsung lama, merpati ternyata mulai bersikap apatis terhadap kasuari. Kasuari sendiri tidak mengetahui sebab apa ia berperilaku demikian. Setelah tiga bulan berjalan dengan banyak konflik dengan merpati, akhirnya dia memutuskan untuk berpisah dengan kasuari. Saat itu kasuari tak terlalu merasakan kepedihan dan kesedihan yang mendalam, ia hanya dapat menerima semua yang terjadi dengan tangan terbuka karena ia sadar bahwa mungkin memang mereka belum ditakdirkan untuk bersama.
Beberapa hari berlalu tanpa kabar dari merpati, kasuari mulai fokus mempersiapkan diri untuk melewati ujian akademik pertama agar bisa melanjutkan ke akademik menengah. Waktunya digunakan untuk belajar dan bersenang-senang bersama keluarga dan teman-temannya. “Walaupun tak bersama merpati akupun dapat bahagia” fikir kasuari. Kasuari tak lagi merasakan apa yang pernah ia rasakan sebelumnya bersama seekor merpati yang dimasa lalu telah banyak menolongnya dan membuatnya tertawa hingga serasa duniapun ikut terguncang. Disaat kasuari mulai melupakan sang merpati, saat itu juga kasuari tersadarkan oleh gurauan dari salah satu temannya bahwa merpati memutuskan hubungan dengan kasuari karena ingin bersama dengan rekan, tapi lebih tepatnya salah satu sahabat kasuari yang pernah menjadi perantara dari permainan surat disaat tahun pertama kasuari di akademik pertama. Hatinya tertegun, rasanya menjadi sesak tak karuan, entah mengapa keadaan tersebut membuatnya tidak nyaman, membuat lemah tak berdaya merasa kepedihan yang amat mendalam. Ingin rasanya kasuari membuktikan sendiri apa yang ia dengar dan tidak hanya mendengarkan suatu spekulasi yang tidak menentu arahnya. Selidik punya selidik ia lakukan untuk membuat perasaan menjadi tenang. Dan semakin kasuari telusuri ternyata kenyataan itu begitu pahit, benar yang dikatakan oleh teman sejenisnya bahwa merpati secara diam-diam menyukai sahabat dari kasuari tanpa memikirkan sedikit perasaan sang kasuari. Kini hubungan kasuari dan sahabat perantara surat tak lagi terjalin seperti dulu, kasuari mulai menjauhinya, ia sendiri bingung mengapa  menjauhinya yang nyatanya bahwa merpatilah yang seharusnya disalahkan atas kejadian ini. Tidak mungkin kasuari menyalahkan sahabatnya karena dia memiliki paras lebih indah dibanding dengan kasuari. Rasa pedih itu tak pernah hilang, kepedihan tersebut telah menggores luka dihati kecil milik kasuari.
Singkat cerita, setelah lulus dari ujian akademik pertama, kasuari mulai melupakan semua kejadian tersebut dengan merasa bangga atas prestasi yang telah ia raih. Ia mendapat gelar juara umum di akademiknya, sehingga membuat orang yang dikasihinya merasa bahagia dan kasuari sendiripun merasa berguna, tidak berfikir lagi bahwa ia hanya sesosok “troble maker” dalam misteri hidupnya. Dan ternyata masalah tersebut mendewasakannya untuk tidak mengambil langkah yang salah seperti ditahun kedua. Sekarang kasuari berpikir akan melanjutkan akademik menengahnya dengan harapan bisa menjauh dari sahabat dan merpati. Akan tetapi semua tak sejalan dengan apa yang ia harapkan. Orang tuanya menyarankan agar kasuari melanjutkan akademik menengahnya di satu lokasi dengan akademik pertama yang telah menjadi saksi bisu atas kisah-kisah masa lalu kasuari. Tentu kasuari menolaknya karena di akademik menengah tersebut sahabatnya akan melanjutkan akademik menengah. Tapi takdir berkata lain, lambat laun kasuari tak bisa mengelak dari apa yang telah dikatakan orang tuanya.
Kasuari mulai menjalaninya dengan rasa sabar, ikhlas, dan tawakkal. Semua yang kasuari lakukan semata-mata untuk membalas segala budi baik orang tuanya yang merawat dari  kecil hingga saat ini dan memang ini yang menjadi tujuan hidup dari kasuari untuk terus membuat bahagia orang-orang yang ia sayangi. Setelah memerlukan beberapa waktu dimana waktu tersebut terus berputar tanpa henti yang akan membuat alur kehidupan baru bagi makhluk yang menjalaninya, kasuari dan sahabat perantaranya mulai menjalin hubungan baik seperti dulu sebelum adanya cerita tentang merpati. Mungkin ini adalah hikmah yang dapat ia petik dari kesungkanan yang pernah ia ragukan dan dapat membuatnya mengalami kegagalan. Mereka menjadi bersahabat lagi dan menjalani hari-hari bersama walaupun terkadang merpati melakukan komunikasi yang tersembunyi dengan sahabatnya seakan-akan menuutupi segala yang kasuari ketahui tentangnya. Hal itu tidak membuat kasuari marah ataupun geram, dirinya sudah menyadari betapa pentingnya sahabat dibandingkan dengan pasangan yang selalu meninggalkan luka tanpa adanya rasa empati dalam dirinya. Entah kasuari bodoh karena tetap bersahabat dengan sahabatnya yang nyatanya telah mengambil cinta sejati dalam hatinya serta meninggalkan sepercik luka yang dapat menyebar dengan cepat atau kasuari mengambil suatu kebijakan yang dapat membuatnya lebih berguna dan bermanfaat tapi tidak untuk dimanfaatkan.
Setelah tiga tahun berlalu di akademik menengah, kasuari tidak pernah lagi mendengar merpati berhubungan dengan sahabatnya lagi. Sekarang sahabat kasuari sudah menemukan pasangan baru dan merpati juga sudah memiliki pasangan yang secara diam-diam kasuari selidiki. Bagaimanapun perasaan itu harus hilang walaupun kasuari tak dapat membendungnya dengan seiring berjalannya waktu. Tak lagi kasuari berfikir merpati kembali kepadanya. Tak terlintas dalam benak kasuari merpati akan berbicara kepadanya lagi.
Hari ini adalah hari dimana kasuari memasuki jenjang selanjutnya dari akademik menengah. Hari ini ia masuk ke salah satu akademik tinggi di kota besar meninggalkan seluruh kenangan yang tersimpan di sarang kelahirannya. Kasuari bahagia bisa melupakan semua yang pernah hadir dalam hidupnya, walaupun hanya berpura-pura lupa akan pahit manisnya cerita muda yang pernah menerbangkan hatinya dan menjatuhkan dari impian tidur manisnya.
“Hidup baru, teman baru, tempat baru” itu yang ia fikirkan. Namun lagi-lagi takdir berkata lain. Ternyata sang merpati melanjutkan akademik tinggi di satu tempat yang sama dengan kasuari. Hal ini membuat kasuari bertanya-tanya, “kisah apa lagi yang akan terjadi?”. Disatu sisi ia merasa senang, senang karena perasaan itu tidak pernah hilang, disatu sisi lagi ia merasa sedih, “mengapa harus dia?” kasuari memang telah melupakan merpati tapi tidak dengan perasaan yang telah kasuari pendam selama ini. “akankah aku merasakan kepedihan kembali? Ataukah ini merupakan suatu tantangan bagaimana sang pencipta menguji keimananku?”.
Kemudian tak berapa lama merpati tersebut mengajak kasuari terbang tinggi, terbang membawa angan impian melintasi awan bersama langit biru yang terlihat begitu cerah dengan hiasan cahaya yang membuat hati terasa bebas, lepas, dan….. Merpati menggenggam erat tangan kasuari seakan tak ingin melepaskan dan tak ingin kasuari jatuh lagi.
Merpati hadir dengan membawa harapan baru bahwa kasuari masih memiliki satu kesempatan. Satu kesempatan untuk menjalin suatu hubungan bersama namun bukan hubungan percintaan tapi suatu hubungan persahabatan seperti pada saat enam tahun di akademik dasar.  Ataukah kasuari ini bodoh untuk tertipu berulang kali dengan tipuan muslihat yang dibawa oleh merpati. Ditambah lagi sekarang merpati membawa pesona yang luar biasa dibandingkan pada saat mereka berada di akademik dasar.
Kedatangan merpati membawa berbagai angin segar bagi kasuari ditambah lagi mereka tak terhalang lagi oleh sahabat perantara. Komunikasi mereka terhubung kembali setelah beberapa tahun mereka lewati dengan sikap apatis dan tidak peduli satu sama lain yang nyatanya kasuari tetap perduli dari balik layar. Mereka mulai beradu canda tawa, menaruh perhatian dan bersikap seakan-akan mereka sangat dekat dan memang dekat. Tak lepas lagi bahwa merpati pernah mengatakan bahwa kasuari adalah “first love” bagi merpati, dan kasuari pun demikian merpati adalah cinta pertama dalam hidup kasuari. Tidak bisa dipungkiri dengan kalimat itu sayap yang dulu merpati patahkan kini mulai tumbuh menjadi sayap-sayap baru yang lebih indah.
Namun amat teramat disayangkan, takdir selalu berkata lain. Disaat detik-detik sayap itu akan sempurna untuk terbang, dengan kerasnya merpati mematahkan sayap ini dengan harapan palsu yang selalu merpati bawa. Kali ini kasuari tersadar untuk kesekian kalinya bahwasanya mereka bukanlah pasangan merpati, kasuari hanyalah seekor kasuari yang selalu merindukan merpati untuk mengarungi langit biru tanpa adanya badai yang menghadang sayap-sayap indah mereka.
Sayap kasuari telah patah, hilang, lenyap dan memudar, tak ada lagi yang tersisa. Kini kasuari hanya dapat berpijak di atas tanah tanpa mempunyai harapan untuk bisa kembali terbang tinggi mengarungi betapa indahnya dunia. Kasuari selalu berdoa agar merpati akan mendapatkan yang terbaik dari terbaik dan dapat terbang kemanapun yang merpati inginkan. Kasuari akan selalu mengamati merpati yang terbang tinggi dari bawah sini. Kasuari tidak bisa menghilangkan perasaan ini sampai kapanpun. Kasuari mencintai merpati. Terimakasih merpati, terima kasih karena merpati pernah membawa kasuari terbang tinggi, terimakasih sudah mengajarkan dan memberi warna dari kisah-kisah kehidupan kasuari. Untuk yang terakhir kali kasuari akan pergi meningggalkan merpati. Merpati harus bisa mendapat pasangan dari merpati lain agar merpati bisa mengarungi langit biru bersamanya…….
Mif
25 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar