Pelukis Seribu Gerimis
Selamat Pagi Hati..!!
Cahaya mentari mengintip melalui celah-celah jendela kayu
Seakan ingin tahu perasaan
apa yang dirundung oleh pemilik rindu
Kutipan kelam warna gelap
dibumbui abu-abu
Berubah menjadi benih bunga
yang tak lagi sayu
Hari ini aku yang ditemani
sisa gerimis dalam secangkir rasa
Mengucap syukur karena
jawaban sesuai dengan untaian asa
Dekapan sejuk mengikis hati
yang hampir jatuh memaksa
Selimut kasih mencairkan
suasana pagi hari yang terkarsa
Sejenak aku bungkam
Sejenak aku terdiam
Sejenak aku terpaku
Sejenak aku dirundu
Satu, sepuluh, seratus,
seribu…
Kuhitung tiap tetes yang
jatuh membasahi qalbu
Sebagai pengingat bahwa aku
rindu
Rindu kasih yang terbalut
dalam belaian-Mu
Kubuka tiap lembar yang
bersisi tutur lembut-Mu
Dan kutemukan surah ke lima
puluh ditambah lima
Hakikat kasih Engkau
tuangkan pada ayat ke dua puluh lima
Maka nikmat Tuhan kamu yang
manakah yang kamu dustakan?
Tunas cinta baru semakin
membumi berkat hidayah-Mu
Tumbuh subur bersemi dalam
relung yang pernah meragukan-Mu
Hari kehari membuatku jadi
semakin yakin dengan keberadaan-Mu
Karena cinta-Mu lebih dari
apa yang kutau…..
Mif
09 November 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar